Jumat, 04 Juni 2010

KETERANGAN MENGENAI JEWISH

Israel Tidak takut Neraka.....

Rasionalitas Yahudi dalam dunia sains rasanya tidak perlu dipertanyakan. Ya sebut saja Albert Einstein yang hingga kini otaknya masih diawetkan, karena saking herannya manusia atas kejeniusannya. Namun siapa sangka jika kemampuan ini sebenarnya telah diwariskan dari generasi ke generasi, sejak masa Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam diutus ke tengah-tengah umat manusia ? Walaupun kemampuan nalar ini kemudian digunakan tidak semestinya, yaitu untuk mengakali ancaman kekalnya mereka di neraka akibat kekafiran.


Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa mereka akan disiksa dalam neraka dalam waktu yang terbatas, kemudian mereka akan digantikan oleh orang lain. Tentunya hal ini berbeda 180 derajat dengan aqidah bahwa orang kafir kekal di neraka. Oleh karenanya Allah Ta’ala mengingkari anggapan dusta ini melalui firmannya (yang artinya),

“Dan mereka berkata: ‘Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.’ Katakanlah: ‘Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?’ (Bukan demikian), yang benar : Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah 80-81)

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian Yaitu Al kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.” (QS. Ali Imran : 23-24)

Ibnu Jarir menukil dalam tafsirnya bahwa Ibnu Abbas mengatakan berkaitan dengan tafsir ayat Al Baqarah : “Musuh-musuh Allah yaitu Yahudi berkata, ‘Tidaklah Allah memasukkan kami ke dalam neraka kecuali sebentar saja, dan hari-hari dimana kami diadzab telah ditentukan, yaitu 40 hari. Maka jika telah sampai kami pada hari itu, terputuslah adzab yang menimpa kami’”

Ibnu Jarir menyebutkan sebuah atsar, “Orang-orang Yahudi mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah memasukkan kami ke dalam neraka selama 40 malam, hingga api neraka membersihkan dosa-dosa kami. Kemudian akan muncul seruan, ‘Keluarlah kalian keturunan Bani Israil’ Itulah perintah agar kami keluar, maka tidak ada seorangpun yang diseru melainkan ia akan keluar dari neraka”

Dari mana asalnya pemahaman aneh ini ? Jika dirunut, sebenarnya masuk nalar juga lho.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu kembali menyebutkan, “Disebutkan bahwa dalam kitab Taurat kaum Yahudi tertulis, ‘Sesungguhnya antara dua ujung jahannam berjarak 40 tahun, hingga sampai di pohon zaqum yang kokoh dalam dasar neraka Jahim” Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya Jahim ialah neraka, dan di dalamnya terdapat pohon zaqum, maka mereka menduga bahwa Allah mempersiapkannya khusus bagi mereka (untuk dipanjat -pen) selama bilangan 40 (tahun) tersebut”

Ibnu Jarir berkata, “Yaitu lintasan yang mencapai dasar neraka, maka orang-orang Yahudi berkata, ‘Ketika bilangan (40 tahun) telah tercapai maka berakhirlah adzab, mereka akan meninggalkan neraka dan kebinasaan’ Ibnu Abbas berkomentar, “Mereka terjatuh dalam siksa neraka kemudian berusaha untuk memanjat, apabila mereka sampai di pohon zaqum maka berakhirlah masa siksaan mereka. Mereka telah mengkhususkan suatu bilangan tertentu, padahal mereka akan berada di dalamnya selamanya. Mereka menyangka dapat memanjat jahannam padahal yang demikian itu adalah anggapan bodoh”

Nah, maka saya perkenalkan pada Anda, inilah Yahudi, kaum pemanjat dinding neraka !

Referensi : Al Jannatu wa An Naar, DR. Umar Sulaiman Al Asyqar, cetakan Daarun Nafais (versi pdf, tidak saya simpan linknya, yang saya ingat asalnya dari scribd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar